Apple disebut-sebut tidak akan mengambil keuntungan dari layanan streaming musik Apple.

Advertisement

Hal tersebut diungkapkan Tim Cook, CEO Apple. Dikatakan dia, Apple membuat layanan itu bukan untuk mencari keuntungan semata.

Sepertinya ada pesan tersembunyi dari pernyataan Cook tersebut, yaitu sindiran terhadap Spotify yang sangat bergantung pada algoritma dalam pembuatan rekomendasi musiknya, bukan berdasar kurasi manusia seperti yang dilakukan Apple.

“Kami tak membuat Apple Music untuk uang. Kami takut sisi kemanusiaan bakal hilang dari musik, dan menjadi dunia yang hanya berisi bit dan byte, bukan seni dan kerajinan,” ujar Cook.

Hal ini tekait persaingan antara Apple dan Spotify yang kian memanas. Seperti dilaporkan Mashable, Apple Music menghasilkan miliaran dollar AS per kuartal, sedangkan Spotify masih belum memperoleh keuntungan pada kuartal yang dijalaninya.

Apple jelas memiliki keuntungan besar berkenaan dengan distribusi sebab aplikasi Apple Music tersedia untuk perangkat iOS dan Android, serta HomePod. Sedangkan Spotify tersedia di perangkat bersistem operasi Android dan iOS, lini speaker cerdas Amazon Echo dan Google Home.

Meskipun tidak cari untung dari Apple Music, Apple berharap dapat mencapai keuntungan pada bisnis layanannya sebesar USD50 miliar (Rp721,9 triliun) pada tahun 2021, meningkat dari pencapaiannya pada tahun 2017 lalu, yaitu sebesar USD30 miliar (Rp433,1 triliun).

Sementara itu, Apple Music memiliki sekitar 45 juta pelanggan berbayar. Terdapat berbedaan antara keduanya, Spotify menawarkan layanan bebas iklan yang tidak didukung sejumlah fitur yang ditawarkan pada layanan premium, seperti unduh gratis, dan skip tanpa batas.

Selain itu, Spotify juga menawarkan kemampuan untuk memainkan lagu apapun serta ciptakan playlist khusus. Apple Music menawarkan masa percobaan selama tiga bulan, yang tidak dimiliki Spotify.