Baru-baru ini Gene Munster seorang analis memperkirakan Apple akan menjual sekira 220 juta iPhone sepanjang tahun 2018 ini, begitu pula untuk 2019.

Advertisement

Dilaporkan Apple Insider, prediksi Munster dinilai sebagai cara yang baik untuk menggambarkan kalau pangsa pasar Apple di bisnis smartphone akan mencapai puncaknya.

Analis menilai Apple kini memasuki fase baru untuk penjualan iPhone. Menurutnya, layanan penjualan akan menjadi kekuatan Apple, bukan dari angka.

Hal ini menunjukkan konsumen puas dengan perangkat tersebut, meski saat ini persaingan di pasar smartphone berjalan sengit.

iPhone pun dinilai akan menjadi bisnis yang stabil untuk Apple selama beberapa tahun ke depan dengan perkiraan pendapatan dan pertumbuhan penjualan di kisaran 0-5 persen. Hal ini akan menjadi fondasi untuk bisnis layanan bakal yang berkembang pesat.

Sebagai informasi, Apple telah mengeluarkan laporan kinerja keuangan perusahaan untuk kuartal pertama tahun 2018 ini.

Apple melaporkan mendulang pendapatan yang fantastis, pada angka 61,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 848 trililun). Porsi penyumbang pendapatan Apple tersebut didominasi dari penjualan iPhone.

Apple mengklaim telah berhasil menjual 52,2 juta unit iPhone selama tiga bulan terakhir. Pendapatan ini melebihi perkiraan Apple.

Para analis pun luput memprediksi, mereka sebelumnya meramalkan Apple hanya mampu mendapat pendapatan maksimal 60,9 miliar dollar AS. Prediksi tersebut merujuk penjualan iPhone pada tahun lalu yang cukup lesu. Tak hanya soal pendapatan. Apple pun kian seksi di bursa saham dengan nilai yang melonjak 4 persen setelah angka penjualan ini dibukukan.