Berita

ZTE Mendapat Hukuman Dilarang Pakai Chipset Qualcomm

ZTE mendapatkan hukuman dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat lantaran ZTE tidak mematuhi perjanjian perdagangan  pemerintah AS dengan mengirim barang serta teknologi asal AS ke Iran secara ilegal.

Dilansir Phone Arena, hukuman yang diberikan vendor Tiongkok ini berupa larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menjual komponen peralatan telekomunikasi pada ZTE, selama tujuh tahun ke depan.

Putusan ini membuat ZTE akan kehilangan pasokan komponen utama untuk ponselnya. Salah satunya adalah Qualcomm sebagai pemasok prosesor ponsel milik ZTE.

Qualcomm yang notabenenya adalah perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat tak akan lagi bisa menjadi pemasok chipset.

Selain dikucilkan dalam perdagangan di AS, perusahaan China itu juga harus membayar denda sebesar 890 juta dollar AS (sekitar Rp 12 triliun) dan denda tambahan 300 juta dollar AS (sekitar Rp 4 triliun).

Eric Hirschhorn, mantan Sekretaris Perdagangan AS yang ikut menangani kasus ini menjelaskan, jika ZTE tak mampu menyelesaikannya, maka mereka akan kehilangan bisnis ini. Banyak bank dan perusahaan yang bahkan di luar AS tidak akan mau lagi berurusan dengan ZTE.

Hukuman ini sepertinya juga muncul dari persaingan industri kedua negara, yakni Amerika Serikat dan China. Tindakan AS pada ZTE kemungkinan besar akan memperparah ketegangan hubungan antara AS dan China dalam urusan perdagangan.

Pada 2016 lalu, AS juga telah mulai membatasi jumlah ekspor ke ZTE. Penyelidikan federal mendapati bahwa ZTE telah melakukan kecurangan dengan mendistribusikan komponen buatan AS ke Iran secara ilegal.

Kendati demikian, hingga saat ini pihak ZTE belum memberi tanggapan lebih lanjut terkait pemblokiran ini. Dengan masalah yang dihadapi yang berimbas pada pertumbuhan perusahaan ZTE harus bergerak cepat mencari solusi alternatif pemasok komponen utama ini.

Comments
To Top