Uber melebarkan sayap bisnisnya. Setelah kendaraan roda empat dan roda dua, perusahaan kini terjun ke arena sepeda tanpa dok.

Uber mengumumkan akan mengakuisisi perusahaan bike-sharing sepeda listrik Jump, yang saat ini beroperasi di San Francisco dan Washington, DC.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan Uber tidak mengungkapkan angka kesepakatan, namun laporan TechCrunch menyebutkan akuisisi bernilai di sekitar $200 juta (setara Rp2,7 triliun).

Jump kabarnya berencana melakukan ekspansi ke Sacramento dan Davis, California, dan Providence, Rhode Island. Keahlian Uber dalam mendorong ke kota-kota baru dapat membantu Jump berkembang lebih cepat.

“Kami senang memulai bab berikutnya dan memainkan bagian penting dalam transisi Uber ke platform multi-modal,” kata CEO Jump Ryan Rzepecki dalam posting.

Uber sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan Jump pada bulan Januari sehingga pengguna Uber di San Francisco dapat mengidentifikasi salah satu dari 250 sepeda listrik Jump di sekitar kota, membuka kunci dengan kode PIN, dan mengayuh untuk $2 per 30 menit melalui aplikasi Uber.

“Cukup ketuk opsi ‘sepeda’ di menu aplikasi yang terletak di sudut kiri atas layar beranda,” sebut petunjuk Uber.

“Kami berkomitmen untuk menyatukan berbagai moda transportasi dalam aplikasi Uber, sehingga Anda dapat memilih cara tercepat atau paling terjangkau untuk mencapai tujuan, baik itu di Uber, dengan sepeda, di kereta bawah tanah, atau lainnya,” tulis Dara Khosrowshahi, CEO Uber, di posting blog yang mengumumkan akuisisi.

Akuisisi Jump memberikan akses Uber ke data e-bike on-demand Jump dan wawasan berharga tentang tren transportasi yang populer di Eropa dan Asia.