Motorola mengumumkan perubahan dalam manajemen puncaknya, dengan menunjuk staf yang telah lama bergabung sebagai Presiden sekaligus Chairman, yakni Sergio Buniac.

Advertisement

Buniac akan menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Aymar de Lencquesaing. Penggantian tersebut tampaknya telah diatur sejak awal tahun ini, sejalan dengan program restrukturisasi yang dijalankan oleh Lenovo Group ditengah kondisi pasar yang tidak menguntungkan perusahaan.

Aymar bergabung dengan Lenovo pada 2013 untuk memimpin agenda transformasi. Ia sebelumnya memegang posisi senior di berbagai perusahaan, termasuk Acer.

Sementara Sergio Buniac, memiliki pengalaman panjang sebagai eksekutif yang loyal. Ia menghabiskan lebih dari 20 tahun pengalaman dengan Motorola, termasuk memimpin unit bisnis Amerika Latin yang terbilang sukses. Ia berperan penting dalam perencanaan strategis dan manajemen produk.

Dengan posisi barunya itu, Buniac akan memimpin semua kegiatan Motorola termasuk R & D, produk, penjualan, strategi dan rantai pasokan di semua pasar, kecuali China.

Meski mencapai posisi puncak, Buniac akan dihadapkan oleh sejumlah tantangan di Motorola, termasuk posisi di segmen premium yang lemah di pasar Amerika Utara yang sesungguhnya sangat menguntungkan. Begitu pun di berbagai kawasan lain seperti Eropa, terutama di Eropa Timur dan Rusia.

Di kawasan itu permintaan terhadap produk-produk Lenovo, termasuk smartphne, dilaporkan terus menurun, sebagai imbas dari persaingan yang ketat dengan vendor China lainnya.

Dampak dari menurunnya permintaan menyebabkan perusahaan harus menempuh strategi yang tidak popular bagi karyawan. Baru-baru ini, Lenovo telah mengkonfirmasi gelombang lanjutan dari PHK, demi menyeimbangkan kondisi keuangan perusahaan.