Telegram Group Inc, mendapat suntikan dana USD 1,7 miliar dari penawaran perdana aset kripto. Perusahaan pembuat aplikasi pesan terenkripsi itu akan menggunakan dana tersebut untuk membuat mata uang kripto sendiri.

Jika kabar ini benar, mata uang kripto keluaran Telegram ini bakal menjadi pesaing serius mata uang digital lainnya, seperti Bitcoin maupun Ether.

Dikabarkan Bloomberg, Telegram mengumpulkan dana USD 850 juta dari 94 investor dari penawaran perdana aset kripto pada Maret 2018. Pada Februari lalu, Telegram juga meraup dana dari investor sebesar USD 850 juta.

Menurut informasi, Telegram akan mengejar lebih banyak penawaran dalam waktu dekat menunggu persetujuan pendaftaran ke Securities and Exchange Commission untuk masuk pasar AS.

“Dana besar yang kami dapatkan benar-benar di luar dugaan. Sebab, penurunan nilai Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset kripto,” kata mantan eksekutif Templeton Emerging Markets Group, Gennady Zhilyaev.

Oleh Telegram, dana 850juta dolar AS hasil penawaran awal perdana aset kripto akan digunakan untuk mengembangkan blockchainbernama Telegram Open Network.

Di Telegram Open Network, bakal terdapat mata uang kripto Telegram, berama Gram. Telegram mengklaim, Gram menyajikan kecepatan transaksi ketimbang Bitcoin dan Ether.