Berita

Huawei Tidak ‘Kapok’ Jualan Ponsel di AS

CEO Grup Bisnis Konsumen Huawei, Richard Yu, mengatakan bahwa perusahaan tidak akan keluar dari pasar Amerika Serikat (AS). Huawei tak gentar dengan penolakan sejumlah operator besar untuk menjual ponsel besutannya.

“Kami berkomitmen menggarap pasar AS. Kami telah mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Karenanya, kami akan tetap fokus mengirim produk dengan inovasi kelas dunia ke sana,” kata Yu kepada CNET melalui email seperti dikutip dari The Verge.

Komitmen Huawei untuk terus berjualan ponsel ke AS bakal menjadi perjuangan berat. Apalagi, enam badan intelijen AS, termasuk FBI dan NSA, baru saja memperingatkan warga AS untuk tidak menggunakan produk dan layanan yang dibuat oleh Huawei.

Huawai, yang didirikan oleh mantan insinyur di Tentara Pembebasan Rakyat China, sebelumnya digugat oleh Cisco karena mencuri kode sumber dan telah dianggap oleh para politisi AS sebagai tangan kanan pemerintah Tiongkok.

Merespons semua itu, Yu menganggap peringatan AS sebagai kecurigaan tanpa dasar. Ia menyatakan bahwa Huawei mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di 13 kantor di AS.

“Kami siap berdiskusi terbuka berdasarkan fakta terkait tuduhan tersebut,” tegasnya.

Pada Januari 2018, Huawei berencana meluncurkan ponsel terbaru Mate 10 Pro di AS melalui operator AT & T. Namun, AT & T menarik diri dari kesepakatan pada detik-detik terakhir karena ada tekanan politik. Verizon pun demikian.

Praktis, hanya Amazon yang masih bersedia menjual ponsel, laptop, dan jam tangan pintar besutan Huawei. Sebab, Huawei baru saja kehilangan Best Buy sebagai mitra ritel.

“Tanpa pasar AS, kami akan menjadi nomor satu di dunia. Kami akan memenangkan perebutan konsumen,” cetus Yu.

To Top