Berita

SpaceX Kantongi Izin Bangun Jaringan Internet Nirkabel Satelit

SpaceX akhirnya mengantongi izin dari Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) untuk membangun jaringan internet nirkabel global yang disediakan oleh 4.425 satelit.

Izin tersebut untuk program Starlink senilai US$ 10 miliar atau mencapai Rp 137,3 triliun, yang akan menggunakan satelit yang diluncurkan dalam dua fase antara 2019 hingga 2024. Satelit ini kemudian terbang di ketinggian antara 714 hingga 823 mil di atas Bumi, untuk menyediakan koneksi 1 Gbps.

Lima Komisaris FCC sepakat menyetujui proposal megaproyek tersebut, menyusul permintaan serupa oleh OneWeb, Space Norway, dan Telesat.

“Meskipun kami masih banyak melakukan hal yang rumit, namun ini adalah langkah penting SpaceX membangun jaringan satelit generasi mendatang yang dapat menghubungkan dunia dengan layanan broadband yang andal dan terjangkau, terutama untuk wilayah yang belum terhubung,” ujar Presiden SpaceX Gwynne Shotwell seperti dilansir halaman engadget.com, Jumat (30/3/2018).

Kendati demikian, langkah perusahaan besutan Elon Musk ini masih cukup panjang karena  ada beberapa masalah yang perlu diketahui, seperti proses yang tepat untuk menangani puing-puing ruang angkasa, gangguan dengan teleskop radio dan mengelola jarak antara semua jaringan yang diusulkan ini.

SpaceX sendiri baru saja berhasil melakukan peluncuran roket keenam pada 2018. SpaceX menempatkan satelit bernama Iridium NEXT ke orbit menggunakan roket Falcon 9. Sebelumnya, roket Falcon 9 juga pernah diterbangkan oleh SpaceX ke orbit.

Peluncuran roket Falcon 9 yang membawa satelit Iridium NEXT gelombang kelima ke orbit berlangsung pada Jumat (30/3) waktu setempat, dari pantai pusat California. Total, SpaceX telah memasang 50 satelit Iridium untuk konstelasi generasi berikutnya.

Sebelumnya, roket Falcon 9 milik SpaceX akhirnya membawa satelit geostasioner. Lokasi peluncuran Falcon 9 adalah Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat. [WS/HBS]

To Top