Berita

Facebook Belum Hapus Data Pengguna yang Dikloning

Omongan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, tampaknya tak bisa dipercaya. Usai kasus skandal penyalahgunaan data mencuat, ia berjanji segera mengontak Cambridge Analytica untuk melakukan penghapusan. Nyatanya, data-data tersebut masih saja tersedia.

Dilaporkan The Verge, data hasil kloningan Cambridge Analytica masih bisa diakses secara bebas oleh pengguna internet. Stasiun televisi Inggris Channel 4 mencatat, publik bisa mendapatkan profil psikografis pengguna Facebook di Colorado, Amerika Serikat (AS).

Sebagian besar data yang terpampang berisi informasi tentang kebiasaan pengguna dalam menggunakan Facebook. Di dalamnya terurai pula kebiasaan sehari-hari yang dilakukan oleh 136 ribu warga Colorado.

Data itu diduga yang dipakai oleh Cambridge Analytica untuk keperluan kampanye Donald Trump. Melihat fakta tersebut, publik seketika berang dan berkomentar macam-macam.

Mereka menuding Zuckerberg tidak komitmen dengan janji serta nasib puluhan juta pengguna Facebook. Sayang, belum ada keterangan resmi dari Zuckerberg terkait temuan itu.

Kabar masih adanya data pengguna yang disalahgunakan di internet seolah mengaburkan kebijakan baru Facebook. Seperti diketahui, beberapa hari lalu, Facebook berjanji segera menghentikan fitur Partner Categories yang dirilis pertama kali pada 2013 silam.

Penyetopan fitur Partner Categories ini tak lain merupakan buntut dari kisruh skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook.

Fitur Partner Categories sebenarnya dibuat untuk membantu Facebook dalam mengelompokkan pengguna potensial, yang selanjutnya direkomendasikan kepada para pengiklan.

Pascapenghapusan fitur Partner Categories, Facebook akan menyesuaikan pengaturan privasi layanan. Pengguna Facebook bakal memiliki hak penuh untuk mengelola serta memprivatisasi data pribadi.

“Fitur Partner Categories akan berakhir dalam enam bulan ke depan,” kata Product Marketing Director Facebook, Graham Mudd.

Comments
To Top