Facebook segera menghentikan fitur Partner Categories yang dirilis pertama kali pada 2013 silam. Penyetopan fitur Partner Categories ini tak lain merupakan buntut dari kisruh skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook.

Advertisement

Fitur Partner Categories sebenarnya dibuat untuk membantu Facebook dalam mengelompokkan pengguna potensial, yang selanjutnya direkomendasikan kepada para pengiklan.

Namun alih-alih berguna bagi pengiklan, Facebook justru memanfaatkan fitur ini untuk mengeruk keuntungan dengan menjual data 50 juta penggunanya kepada Cambridge Analytica.

Kemudian seperti yang telah banyak diberitakan, Cambridge Analytica memanfaatkan data puluhan juta pengguna Facebook untuk keperluan kampanye pemenangan Donald Trump pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 2016 lalu.

Pasca penghapusan fitur Partner Categories, Facebook akan menyesuaikan pengaturan privasi layanan. Pengguna Facebook bakal memiliki hak penuh untuk mengelola serta memprivatisasi data pribadi.

“Fitur Partner Categories akan berakhir dalam enam bulan ke depan,” kata Product Marketing Director Facebook, Graham Mudd, seperti dilansir The Verge.

Selain akan menghapus fitur Partner Categories, kasus skandal Cambridge Analytica juga membuat Facebook gagal berinovasi dalam menghadirkan perangkat keras.

Dilaporkan Bloomberg, Facebook mengurungkan niat merilis speakercerdas. Facebook sendiri sebenarnya punya reputasi yang cukup baik soal gadget.

Sebelumnya, perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut pernah merilis headset Virtual Reality bernama Oculus Rift dan Oculus Go. Keduanya diproduksi oleh Oculus yang diakuisisi Facebook pada 2014 lalu.

Meski begitu, Facebook pernah pula gagal di pasaran karena peranti buatannya, HTC First, tak mendapat respons yang baik dari konsumen. Android keluaran 2013 milik perusahaan Taiwan tersebur terkoneksi dengan laman antarmuka Facebook Home.