Berita

Facebook akan Tambahkan Kontrol Privasi

Pasca skandal bocornya data yang telah merugikan nilai pasarnya lebih dari USD 100 miliar atau lebih dari Rp 1300 triliun, Facebook akhirnya mengumumkan serangkaian perubahan privasi. Ini dilakukan untuk memberi pengguna lebih banyak kendali atas data mereka.

Menjelang pemberlakuan undang-undang perlindungan data Uni Eropa pada Mei mendatang, jejaring sosial ini akan menambahkan menu “Pintasan Privasi” baru.

Fitur ini akan memungkinkan pengguna meninjau apa yang telah mereka bagikan dan hapus. Selain itu, fitur ini memungkinkan mereka untuk mengunduh data dan memindahkan ke layanan lain.

“Minggu terakhir menunjukkan seberapa banyak pekerjaan yang harus kami lakukan untuk menegakkan kebijakan kami dan untuk membantu orang-orang memahami cara kerja Facebook dan pilihan yang mereka miliki atas data mereka,” ujar VP dan Chief Privacy Officer Facebook Erin Egan dalam postingannya, seperti dilansir halaman channelnewsasia.com, Rabu (28/3/2018).

“Jadi, selain pengumuman Mark minggu lalu, menindak penyalahgunaan platform Facebook, memperkuat kebijakan kami, dan mempermudah orang untuk mencabut kemampuan aplikasi untuk menggunakan data Anda, kami mengambil langkah-langkah tambahan dalam beberapa minggu mendatang untuk membuat orang lebih memegang kendali atas privasi mereka,” tutup dia.

Pada hari yang sama, Kongres AS telah meminta kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg, untuk hadir di hadapan Komite Kehakiman Senat guna memberi kesaksian tentang penyalahgunaan data 50 juta pengguna guna kampanye Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat.

Selain Zuckerberg, CEO Google, Sundar Pichai, dan CEO Twitter, Jack Dorsey, juga diminta oleh Kongres untuk menghadiri rapat tertutup tersebut. Keterangan mereka sangat dibutuhkan oleh Komite Kehakiman Senat untuk mengungkap skandal Cambridge Analityca yang menghebohkan itu.

Dikutip dari EngadgetCNNmengatakan bahwa sumber internal Facebook memastikan Zuckerberg telah menyatakan bersedia untuk tampil di tengah Kongres. Namun, Zuckerberg menolak memenuhi undangan Komite Media dan Olahraga Budaya Digital Inggris.

Sumber tersebut mengimbuhkan, Zuckerberg dan Facebook sekarang sedang mengatur strategi untuk menghadapi “penghakiman” Kongres pada 10 April 2018 mendatang.

Comments
To Top