Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menganggap produk Indosat Prime, sangat merugikan konsumen karena masyarakat ‘dipaksa’ untuk berlangganan.

Abdul Baasith, Staf Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI mengatakan, seharusnya konsumen ditawarkan produknya terlebih dahulu. Ketika setuju, konsumen harus memberikan konfirmasi persetujuannya.

“Meskipun alasannya Indosat adalah hanya mengenakan kepada pelanggan terpilih, namun tetap saja merugikan konsumen. YLKI menilai Indosat Prime merupakan penawaran paket yang memaksa. Seharusnya konsumen Indosat ditawarkan produknya dulu. Tanpa dipotong biaya. Jika memotong seperti yang saat ini dilakukan itu dikatagorikan sepagai pemaksaan,”terang Baasith.

Selain memaksa, dari beberapa keluhan yang ada, produk Indosat Prime juga sangat merepotkan konsumen. Untuk melakukan unreg, konsumen harus menghubungi call center atau mengunjungi Galeri Indosat.

“Sebelum menelan korban yang lebih banyak lagi, YLKI meminta agar Indosat segera menghentikan program Indosat Prime dan melakukan unreg seluruh layanan twrkait. Gantilah metode menawarkan produknya sehingga Indosat terbebas dari dugaan pemaksaan kepada konsumen untk berlangganan Indosat Prime,” ujar Baasith.

Modus pemaksaan konsumen untuk membeli layanan Indosat Prime dinilai Baasith sama dengan Sedot Pulsa yang terjadi di tahun 2011 lalu. Menurut YLKI, seharusnya konsumen diberi kebebasan untuk memilih produk yang dibutuhkan.

Selain kasus sedot pulsa melalui layanan Indosat Prime, YLKI juga menerima setidaknya 20 laporan hilangnya pulsa konsumen Indosat di tahun 2018 ini

YLKI meminta agar Indosat mau memenuhi UU Perlindungan Konsumen. Dalam pasal 15 dijelaskan bahwa Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa dilarang melakukan dengan cara pemaksaan atau cara lain yang dapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun psikis terhadap konsumen.

Baasith meminta kepada Indosat jangan karena ingin menggejar profit di bisnis telekomunikasi, namun menimbulkan kerugian kepada konsumen.

“Indosat harus menyadari bahwa konsmen merupakan satu kesatuan dalam bisnis. Jika tidak ada konsumen, niscaya bisnis Indosat tak akan berjalan. Jika indosat menyadari konsumen sebagai kesatuan dari bisnis, sebaiknya Indosat memperbaiki layanannya,” pungkasnya.