Amazon nampaknya akan terus membuat film blockbuster dunia, bahkan mungkin akan melampaui kisah-kisah film bioskop yang merajai box office seperti Lord of the Rings.

Advertisement

Melansir kabar dari halaman Engadget, investor yang berbicara kepada Financial Times mengklaim bahwa Amazon sedang dalam tahap pembicaraan untuk membeli hak cipta trilogi novel Remembrance of Earth’s Past.

Novel karya Liu Cixin, yang juga dikenal dengan novel ‘The Three-Body Problem’ itu kabarnya akan dibeli hak ciptanya senilai USD 1 miliar atau setara Rp 13,7 triliun.

Raksasa internet asal negeri Paman Sam itu berharap mendapatkan hak dari pengembang game Youzu Interactive Lin Qi dan mengubahnya menjadi seri video tiga musim utama.

Belum diketahui pasti, apakah Amazon mendapatkan hak novel tersebut atau tidak. Namun YooZoo Pictures (Lini bisnis Youzu) mengatakan kepada Caixin dan media lain bahwa mereka memiliki hak tunggal dan status kemitraannya dengan Liu Cixin berkelanjutan.

Sementara itu, berbicara kepada Mtime, sang penulis novel mengaku tidak tahu ada tawaran yang dilaporkan Amazon. Dia juga tidak yakin apakah akan terlibat dalam pembuatan filmnya.

Kabar ini mungkin tidak sepenuhnya benar, jika mengesampingkan pola transaksi Amazon (perusahaan cenderung tidak mengakui kesepakatan kecuali sudah selesai). Paling tidak, rumor ini sangat menarik.
Kesepakatan seperti ini masih dalam jalur bisnis Amazon.

Perusahaan besutan Jeff Bezos ini telah mendorong berbagai film yang bisa menjadi hits internasional.
Namun itu tidak akan menjadi jauh lebih besar daripada salah satu trilogi sci-fi paling populer dalam sejarah China.

Produksi film ini akan memiliki daya pikat yang kuat di pasar dalam negerinya, dimana adaptasi ke film sulit dilakukan, dan bisa mengekspos cerita tersebut ke khalayak yang lebih luas. Ini bukan seolah-olah Amazon enggan menghabiskan banyak uang.

Sebelumnya Amazon pernah membayar USD 1 miliar untuk memfilmkan novel Lord of the Rings. Jadi tidak terlalu mengejutkan jika kali ini Amazon akan menayangkan film sebanyak tiga sekuel dari sebuah karya besar.

Apa pun yang akan dihabiskan Amazon di depan mungkin lebih berharga jika memberi perusahaan semacam acara wajib tonton. Upaya ini dapat memberikan keunggulan pada Netflix.