Berita

Tanggal 9 April 2018, Aplikasi Uber Tak Bisa Dipakai di Indonesia Lagi

Layanan ride-sharing ternama asal Malaysia, Grab secara resmi telah mengakuisisi operasional Uber di wilayah Asia Tenggara, yang meliputi sebanyak delapan negara, yakni Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar.

Kedua perusahaan tersebut berjanji akan bekerjasama dalam proses pemindahan mitra pengemudi, penumpang, pelanggan, rekanan pengantaran hingga merchant yang terdapat di aplikasi Uber ke dalam aplikasi Grab.

Sebelumnya, Uber mengatakan bahwa aplikasi Uber masih akan beroperasi hingga dua pekan ke depan. Dari pantauan para pelanggan Uber sejak kemarin, tanggal 26 Maret 2018, telah mendapatkan kiriman e-mail pemberitahuan yang menghimbau mereka untuk segera hijrah ke aplikasi Grab.

“Kami akan mentransisi layanan kami ke platform Grab per tanggal 8 April 2018, sehingga semua permintaan setelah tanggal tersebut, hanya bisa dilakukan dari aplikasi Grab,” begitu kutipan dari isi e-mail pemberitahuan yang dikirimkan oleh Uber ke para pelanggannya di Indonesia.

Selaku Co-Founder untuk Grab, Tan Hooi Ling mengatakan bahwa aplikasi Uber selama dua minggu terakhir ini akan tetap beroperasi untuk memastikan stabilitas bagi para mitra Uber, sehingga mereka tetap dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan terkait pendaftaran sebagai mitra Grab secara online.

Bagi para driver Uber, pihak Grab menyertakan informasi lebih lanjut untuk keberlangsungan status mitra Uber yang akan bermigrasi ke Grab melalui laman www.grab.com/id/comingtogether. Sedangkan, sekitar 500 kolega Uber di Asia Tenggara akan dialihkan ke Grab, sebagaimana yang kami kutip dari Newsroom Uber, Minggu (25/3/2018).

Dari kesepakatan bisnis tersebut, Uber akan mempertahankan sebanyak 27,5 persen saham di Grab, sedangkan Dara Khosrowshahi selaku CEO untuk Uber akan merapat dengan dewan direksi Grab. Uber untuk pertama kalinya mulai mengaspal di wilayah Asia Tenggara pada tahun 2013 lalu, dengan Singapura sebagai negara pertama yang mendapatkan kehormatan tersebut.

Berselang setahun berikutnya, Uber tiba di Indonesia dengan menawarkan layanan transportasi online, yang berupa ojek uberMotor serta empat jenis layanan mobil, yakni uberPool, UberXL, dan UberBlack yang ke depannya juga akan dilebur dengan Grab

 

Termasuk bisnis pengantaran makanan Uber Eats, yang baru hadir di Singapura, Malaysia, dan Thailand, akan merger dengan layanan GrabFood, yang sudah hadir di Indonesia dan Thailand.

Sebelum menjual bisnisnya ke Grab, Uber juga telah menyerahkan bisnisnya di China pada tahun 2016 lalu kepada Didi Chuxing, yang merupakan layanan ride-sharing setempat, dengan presentase saham yang dipertahankan Uber sebesar 17,5 persen. Operasional Rusia juga sudah dialihkan ke Yandex pada tahun 2017 dengan besaran saham yang dimiliki Uber sebanyak 37 persen.

Merger atas kedua layanan ride-sharing ini akan membuat persaingan transportasi online menjadi semakin kompetitif, khususnya di Indonesia dengan GO-JEK yang masih menguasai pasar transportasi online di Tanah Air.

Comments
To Top