Saham Facebook terjun bebas hingga enam persen pada perdagangan Senin (26/3) waktu Amerika Serikat (AS). Tren buruk tersebut terjadi setelah Federal Trade Commission atau FTC mengumumkan penyelidikan praktik penyalahgunaan data 50 juta pengguna oleh Cambridge Analytica.

“Baru-baru ini, FTC telah memberikan keterangan pers mengenai permasalahan yang sangat serius. Akibatnya, kekhawatiran substansial tentang praktik privasi Facebook langsung meningkat,” kata FTC dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNBC.

FTC sempat menolak untuk menyampaikan konfirmasi pada pekan lalu bahwa mereka sedang menyelidiki Facebook. FTC juga tutup mulut apakah skandal penyalahgunaan data puluhan juta pengguna melanggar kesepakatan Facebook dengan agensi pada 2011.

Kesepakatan dengan agensi pada 2011 mengharuskan Facebook memberitahu kepada pengguna dan menerima izin eksplisit sebelum membagikan data pribadi di luar pengaturan privasi. Pelanggaran terhadap keputusan persetujuan berupa denda 40.000 dolar AS per pelanggaran.

“Kami tetap berkomitmen untuk melindungi informasi orang lain. Kami menghargai kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang mungkin dimiliki FTC,” jelas Rob Sherman, wakil kepala divisi privasi Facebook kepada CNBC.

Facebook menghadapi kasus dugaan penyalahgunaan data setelah firma riset Cambridge Analytica ketahuan memegang kendali 50 juta pengguna guna keperluan kampanye Donald Trump pada Pilpres AS 2016 lalu.

Akibat skandal itu, saham Facebook tak henti anjlok, bahkan lebih dari 13 persen dalam lima hari bursa perdagangan. Dan awal pekan ini, saham Facebook kembali turun dengan nominal enam persen. Tingkat kepercayaan investor terhadap Facebook sepertinya kian menipis.

Source Link