Lewat iklan satu halaman penuh di surat kabar, CEO Facebook, Mark Zuckerberg minta maaf atas kasus bocornya 50 juta data pengguna yang digunakan Cambridge Analytica untuk memenangkan Donald Trump pada pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Dalam iklan, Mark menyatakan bahwa pihaknya telah menghentikan aplikasi pihak ketiga yang mendapatkan banyak informasi pengguna. Selain itu, ia pun menegaskan bahwa Facebook akan membatasi aplikasi-aplikasi untuk mendapatkan banyak data ketika para pengguna mendaftar.

“Kami telah menghentikan aplikasi seperti ini yang mampu mendapatkan banyak informasi. Sekarang kami juga membatasi data yang bisa didapatkan aplikasi ketika pengguna mendaftar menggunakan Facebook,” katanya, seperti dikutip dari The Verge, Senin (26/03/2018).

Ia juga mengakui kesalahan Facebook yang tak dapat berbuat banyak ketika terjadi kasus tersebut. Namun Mark juga berjanji akan memperbaiki kesalahan tersebut agar kebocoran data tidak lagi terulang kembali, salah satunya dengan mengingatkan pengguna apa saja aplikasi yang mereka berikan izin untuk dapat mengakses informasi pribadi mereka.

“Kami akan mengambil langkah untuk memastikan hal ini tak akan terjadi lagi. Kami akan mengingatkan Anda apa saja aplikasi yang Anda berikan izin akses ke informasi. Sehingga Anda bisa mematikannya ketika Anda tak menginginkannya lagi,” jelas Mark.

Permohonan maaf Facebook yang disampaikan Mark Zuckerberg sendiri ditampilkan dalam 6 surat kabar asal Ingggris yakni The Observer, The Sunday Times, Mail on Sunday, Sunday Mirror, Sunday Express, dan Sunday Telegraph serta 3 surat kabar asal Amerika Serikat masing-masing adalah The New York Times, The Washington Post, dan The Wall Street Journal.