Berita

AS akan Larang Pemakaian Produk Huawei dan ZTE

Komisi Komunikasi Federal (FCC) sedang mempertimbangkan pembuatan regulasi untuk mencegah operator telekomunikasi di Amerika Serikat (AS) yang membangun jaringan di kawasan pedesaan mendapatkan subsidi jika menggunakan perangkat asal China, terutama Huawei dan ZTE.

Dikutip dari The Verge, kemungkinan besar, aturan tersebut akan diajukan pada Senin (26/3) waktu setempat. Namun, tidak tertutup peluang, rancangan beleid bakal ditunda atau bahkan batal dibuat. Jika FCC mengesahkannya, Huawei dan ZTE akan sulit mengembangkan bisnis di AS.

Huawei memang semakin mendapatkan penolakan di AS. Enam kepala intelijen negara itu, termasuk kepala FBI, CIA, dan NSA, mengatakan kepada warga setempat untuk tidak membeli produk atau layanan produsen asal China tersebut.

Dalam pertemuannya dengan Komite Intelijen Senat, Direktur FBI, Chris Wray, mengatakan bahwa bahaya jika perusahaan asing menguasai jaringan telekomunikasi entitas penting di AS.

“Sangat berisiko mengizinkan setiap perusahaan atau entitas yang terikat kepada pemerintah asing untuk mendapatkan kekuasaan di dalam jaringan telekomunikasi kami,” ujar Chris Wray.

Sekadar informasi, tahun lalu Huawei sebenarnya hampir melakukan kesepakatan dengan operator AT&T. Namun, sang calon mitra kemudian membatalkan rencana lantaran mendapat tekanan dari kongres.

CEO Huawei, Richard Yu, merasa frustasi dengan penolakan pemerintah AS. Sebab, selama ini, 90 persen produk Huawei dipasarkan di wilayah Negeri Paman Sam. Beruntung, Huawei masih bisa menjual Mate 10 Pro versi unlock via Amazon, Best Buy, dan reseller lain.

Meski demikian, penetrasi Huawei sepertinya bakal mentok. Pemerintah AS telah mencoba memblokir Huawei dari kontrak. Mereka juga menyarankan kepada operator swasta dan ISP untuk tidak menggunakan peralatan telekomunikasi Huawei dan sekarang tambah ZTE.

Comments
To Top