Ikuti jejak Google, Baidu Inc bakal segera melakukan tes mobil canggih tanpa sopir alias mobil otonom secara resmi di Beijing, China.

Advertisement

Otoritas ibukota negeri panda itu telah memberi lampu hijau kepada Baidu Inc untuk menguji mobil otonom di jalan-jalan salah satu kota tersibuk dunia itu.

Ini merupakan langkah penting karena negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu sedang memperkuat posisinya dalam perlombaan kendaraan otonom global.

Beijing telah memberi raksasa teknologi Baidu, yang dikenal sebagai mesin pencari Google versi China, izin untuk menguji kendaraan otonomnya di 33 ruas jalan.

Menurut pernyataan resmi Baidu, wilayah ujicoba mobil canggih itu mencakup sekitar 105km di pinggiran kota yang tidak terlalu padat penduduk.

Baidu menjadi tumpuan China dalam mendorong teknologi mobil tanpa pengemudi, dimana Beijing tertarik untuk bersaing dengan para kompetitor lain seperti Waymo, engan mobil otonom Alphabet besutan Google dan Tesla.

Perusahaan raksasa teknologi China ini memiliki proyek mengemudi sendiri yang disebut Apollo.

“Dengan kebijakan yang mendukung, kami percaya bahwa Beijing akan menjadi pusat pertumbuhan industri penggerak otonom,” kata Wakil Presiden Baidu Zhao Cheng, seperti dilansir halaman channelnewsasia, Jumat (23/3/2018).

China mengeluarkan lisensi kepada produsen mobil yang membolehkan kendaraan self-driving untuk diuji jalan di Shanghai awal bulan ini.

Tapi Baidu tidak sendiri, SAIC Motor Corp Ltd asal Shanghai dan NIO, start-up kendaraan listrik, juga mendapat lisensi yang sama.

Peraturan di sektor ini, masih mampu mengejar pertumbuhan cepat dan meningkatnya jumlah perusahaan yang ingin melakukan tes serupa di jalan umum.

Sebenarnya, Kepala Eksekutif Baidu Robin Li sudah menguji mobil tanpa pengemudi miliknya di jalan-jalan   Beijing pada Juli lalu. Namun langkah ini menimbulkan kontroversi karena belum ada aturan resmi untuk tes serupa pada saat itu.

Perusahaan ini berharap bisa merilis mobil otonom ke jalanan China pada 2019.

Ada peningkatan pengawasan keamanan global setelah kecelakaan maut yang melibatkan mobil tanpa supir Uber di Tempe, Arizona bulan ini. Kejadian fatal tersebut meningkatkan tekanan pada industri untuk membuktikan perangkat lunak dan sensornya aman.

Pada September tahun lalu, Baidu mengumumkan telah merogoh kocek untuk mengembangkan mobil otonom sebesar US$1,5 miliar atau setara lebih dari Rp20,6 triliun. Disamping itu, Baidu berencana untuk berinvestasi dalam 100 proyek mobil otonom selama tiga tahun ke depan.