Kendati pengguna selular di Indonesia sudah mencapai titik nadir, bukan berarti operator telekomunikasi berhenti menambah jumlah pelanggan. Bahkan, Telkomsel mengincar satu miliar pelanggan di tanah air.

“Suatu hari nanti, pelanggan Telkomsel mungkin bisa 1 miliar. Tapi yang 800 jutanya itu seperti ini (sepeda pintar) lalu AC, Kulkas, dll,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel, pada acara bertajuk Telkomsel dan UI Implementasikan Inovasi NB-IoT Bike Sharing, di area perpustakaan kampus Universitas Indonesia Depok (14/3/2018).

Advertisement

Pada peresmian uji coba sepeda pintar Spekun (sepeda kuning) di UI, Ririek menjelaskan, teknologi telekomunikasi mengarah ke Internet of Things (IoT).

“Memang teknologinya ke arah sana. Dan itu yang kita antisipasi. Ini (Spekun) juga salah satu effort kita untuk menciptakan environment berbasis IoT khususnya NB-IoT,” terangnya.

Lebih lanjut Ririek menjelaskan, salah satu evolusi teknologi selular adalah Internet of Things (IoT), dimana nanti banyak perangkat yang terkoneksi.

“Mungkin yang paling mudah dibayangkan adalah smart city, smart home, yang nanti semua perangkat itu akan terkoneksi, mudah dikendalikan. Bahkan suatu hari nanti, mobil pun tidak perlu supir lagi. Mobil bisa di-sharing,” terangnya.

Meski begitu, menurut Ririek, di negara Indonesia, tidak semua hal bisa diterapkan. Kalau di negara lain bisa mendekati realitas. Tapi di sini belum. Butuh waktu untuk adaptasi.

“Dengan smart city, kota akan lebih aman, nyaman, efisien juga karena gak perlu antre untuk mendapat pelayanan karena mereka bisa register dulu. Ke depan juga produktivitas bisa meningkat,” ungkapnya.

Salah satu adaptasi IoT yang bisa dilihat adalah transportasi khususnya bike sharing. Tidak hanya di UI, tapi juga masyarakat Indonesia.

Karena masih uji coba, jumlah Spekun sedikit. Namun Ririek memastikan tidak hanya jumlah sepeda ditambah, tapi juga akan dikembangkan ke hal lain. Bahkan mobil bisa di sharing.