Dubai akan menjadi kota pertama yang mengupayakan demokratisasi travel dengan menggunakan teknologi. Pada tahap awal, teknologi akan digunakan sebagai saluran distribusi tambahan bagi hotel berdasarkan inisiatif yang diberi nama Dubai 10X yang baru saja diumumkan.

Inisiatif ini dikatakan Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai dan Ketua Dewan Eksekutif Pemerintah Dubai, memungkinkan Dubai untuk meningkatkan distribusi produk dan layanan pariwisata melalui teknologi mutakhir marketplace B2B (business-to-business) virtual.

Advertisement

Dengan menciptakan ekosistem open market berskala besar, Dubai Tourism ingin memungkinkan tamu internasional untuk langsung memilih berbagai produk dan layanan pariwisata secara aman, transparan, dan real-time, selain menarik lebih banyak pemain canggih ke sektor pariwisata.

Inisiatif ini akan menggunakan solusi blockchain canggih dengan sistem smart contract untuk berbagai pihak yang terlibat dalam pembuatan travel itinerary. Melalui teknologi ini, pemain di ekosistem global travel sales mendapatkan akses langsung ke produk dan layanan, lengkap dengan harga transparan.

Hal Ini memungkinkan wisatawan untuk merancang perjalanan dengan spesifik karena mereka yakin bahwa informasi yang didapatkan adalah benar dan kredibel.

Sistem ini dirancang untuk menampilkan penawaran pariwisata Dubai di waktu yang tepat bagi pengguna yang relevan di setiap pasar, wisatawan akan mendapatkan data terbaru terkait berbagai penawaran dari Emirat.

Hal ini dyakini akan menjawab tantangan industri, yaitu terbatasnya penawaran wisata dengan harga kompetitif secara global saat shoulder period, atau periode antara musim tinggi dan rendah wisata, yang disebabkan oleh ketergantungan pada pihak ketiga yang mendominasi rantai pasokan.

Inisiatif Blockchain Marketplace ini akan memberikan empat manfaat nyata bagi para pemangku kepentingan Dubai, antara lain:

1. Peningkatan jumlah turis

Lebih banyak produk dan layanan wisata Dubai yang tersedia secara real-time dengan harga, keragaman, dan kemudahan akses sesuai kebutuhan pasar global. Potensi dan probabilitas untuk menarik wisatawan global pun akan lebih tinggi, dengan biaya akuisisi wisatawan yang lebih rendah.

2. Perlindungan dan pertumbuhan pendapatan

Dengan membatasi dominasi pihak ketiga berukuran besar dan memberikan akses rata ke pasar global bagi pemain lebih kecil, Dubai dapat mengurangi kebocoran PDB dan dengan demikian, meningkatkan peluang dalam menumbuhkan nilai bruto ekonomi Dubai. Penyedia teknologi anyar pun akan tertarik ikut serta di ekosistem wisata karena lenyapnya syarat berhubungan dengan skala

3. Peningkatan kesempatan kerja

Kesempatan kerja akan meningkat dengan terdorongnya lebih banyak perusahaan, termasuk pengusaha, untuk memasuki sektor wisata Dubai. Ini akan membawa nilai ekonomi secara langsung dan tidak langsung bagi PDB Dubai

4. Peningkatan kontribusi ke PDB

Sektor pariwisata Dubai mengalami pertumbuhan tinggi yang konsisten. Di 2017, sebanyak 15,79 juta wisatawan mengunjungi Dubai, angka yang 6,2% lebih tinggi dibanding 2016. Angka tersebut menempatkan Dubai sebagai kota keempat yang paling dikunjungi di dunia. Tujuan dari inisiatif ini adalah mengakselerasi semua aspek di industri dan memperbesar dampak pariwisata pada PDB Dubai di jangka menengah dan panjang.

Untuk jangka panjang, inisiatif ini akan mengamankan pertumbuhan masa depan industri travel dan pariwisata Dubai yang kini telah menjadi penyerap pekerja utama dan berkonstribusi 9.4% pada PDB Dubai di 2016