Tahun lalu Facebook merilis messenger khusus untuk anak-anak berusia enam hingga 12 tahun. Bertajuk Messenger Kids.

Layanan ini memungkinkan anak-anak untuk mendaftar, tanpa memiliki akun Facebook.

Messenger Kids secara garis besar sama dengan aplikasi Messenger standar, yakni memungkinkan penggunanya bertukar teks, video, foto, dan GIF. Pengguna juga bisa memanfaatkan filter-filter untuk mengobrol maya.

Layanan ini pun baru tersedia di United States (Negara-negara Serikat) dan menyusul akan tersedia secara global.

Namun sayangnya, kehadiran Messenger Kids tidak disambut baik. Kalangan ahli pediatrik dan ahli kesehatan mental, mengkritik langkah Facebook meluncurkan aplikasi pesan instan untuk anak-anak adalah kesalahan yang fatal.

Seperti dilaporkan BGR,  para ahli yang tergabung dalam organisasi Campaign for a Commercial-Free Childhood (CCFC) tersebut mendesak raksasa media sosial ini agar segera menghapus Messenger Kids.

Dalam surat CCFC yang diberikan kepada Facebook, mereka menilai pengguna di bawah 12 tahun belum siap secara mental untuk menerima perubahan lingkungan digital yang tersaji dalam media sosial.

Para ahli juga menyebutkan bahwa anak-anak ini jelas tidak siap untuk memiliki media sosial. Menurut riset, penggunaan perangkat elektronik dan media sosial secara berlebihan cukup berisiko bagi perkembangan mental mereka.

CCFC juga mengkhawatirkan, alih-alih membantu anak-anak bisa berkomunikasi dengan orang tuanya, kehadiran Messenger Kids justru dapat membawa mereka ke lingkungan baru yang mungkin saja tidak diperhatikan orang tuanya.

Facebook sendiri hingga kini belum memberikan komentar terkait kritik dari CCFC tersebut.

Sebagai informasi, ketika dikenalkan pada Desember 2017, Facebook menyebutkan alasan Facebook menghadirkan Messenger Kids, menurutnya orang tua tidak perlu khawatir, pasalnya dalam layanan ini ada yang  membedakan adalah fitur pengontrolan orang tua (parental control).

Artinya teman atau anggota keluarga yang bisa berhubungan dengan sang anak via Messenger Kids harus melewati persetujuan orang tua melalui akun Facebook mereka.