Apps

Aplikasi Smartphone ini Bisa Mendeteksi Bakteri Dalam Makanan

Gemar makan salad? Lalapan atau sushi dengan bahan sayuran mentah? Meskipun lebih sehat karena sayuran tersebut tidak mengalami proses masak namun juga beresiko mengandung bakteri.

Sebuah tim peneliti di University of Massachusetts Amherst baru-baru ini mengembangkan sebuah chip yang dapat mendeteksi bakteri dalam makanan mentah. Agar produk ini lebih mudah diakses dan digunakan oleh orang banyak, mereka menciptakan aplikasi smartphone yang bisa digunakan bersamaan dengan chip tersebut.

Meskipun produk ini belum dipasarkan, namun penemuan ini jadi sebuah terobosan menarik yang dapat membantu mengurangi penyakit yang disebabkan oleh makanan. Akan sangat bermanfaat bagi orang yang gemar memakan sayuran atau makanan mentah, seperti salad atau sushi juga bagipara koki masak yang akan mampu membuat masakan sehat bebas bakteri.

Bagaimana caranya? Pengguna hanya cukup chip tersebut dalam sampel cair, baik saat membilas makanan atau menggunakan jus segar yang memungkinkan permukaan chip untuk mendeteksi bakteri didalamnya.

Jika bakteri tertangkap, titik-titik kecil akan muncul di permukaan chip. Pengguna kemudian dapat menggunakan lampiran mikroskop dengan smartphone mereka, dan aplikasinya akan mencari titik-titiknya letak bakteri tersebut.

Sebelum aplikasi smartphone ini dikembangkan, peneliti sudah menggunakan mikroskop untuk mendeteksi titik-titik tersebut. HIngga akhirnya seorang siswa di laboratorium mampu mengembangkan sebuah aplikasi yang terhubung ke mikroskop attachable, sehingga membuat chip dapat diakses dan mudah digunakan dengan smartphone.

“Kebanyakan orang di seluruh dunia memasak sayuran mereka sebelum makan, namun lebih banyak orang suka mengonsumsi makanan ini mentah. Ini memberi kami gagasan bahwa tes cepat yang bisa dilakukan di rumah merupakan solusi yang sangat bagus, “kata pemimpin peneliti Lili He dalam siaran persnya.

Tim peneliti berharap bisa segera merilis produk ini kepada publik. Menurut rilis, tes bakteri paling modern bisa memakan waktu hingga dua hari, sementara teknologi baru ini bisa memakan waktu kurang dari dua jam saja. Dan tak perlu repot ke laboratorium, karena kita bisa melakukan tes tersebut sendir di rumah hanya dengan menggunakan smartphone.

Comments
To Top