Perangkat Android terus disusupi malware belakangan ini. Sebelumnya ditemukan  malware Adult Swine yang menyusup di dalam 60 aplikasi game yang diperuntukkan untuk anak-anak.

Kini, kembali malware mengincar perangkat mobile. Baru-baru ini ditemukan malware jenis mata-mata (spyware) bernama Skygofree yang disebut memiliki kemampuan spionase tercanggih.

Advertisement

Dilaporkan Tech Radar, kabarnya malware itu tidak hanya merekam video, mengintip pesan teks, dan mencuri data dari memori perangkat. Skygofree juga mampu menjalankan mikrofon untuk merekam suara sekitar secara diam-diam ketika korbannya berada di lokasi tertentu.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan awal pekan ini, dalam situs resminya firma sekuriti Kaspersky menyebutkan, bahwa sejumlah kemampuan mata-mata milik Skygofree belum pernah ditemukan di malware lain sebelumnya.

Kemampuan canggih lain dari Skygofree termasuk mencuri pesan-pesan termasuk pesan WhatsApp dengan memanfaatkan celah di Android Accessibility Service.

Namun hanya untuk pengguna berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan memakai perangkat.

Skygofree diduga bikinan sebuah perusahaan teknologi asal Italia yang memang menjual aneka macam peralatan mata-mata.

Kenapa kecurigaan malware ini bikinan perusahaan teknologi Italia?

Pasalnya, Kaspersky menemukan kelemahan di program jahat ini. Kode Skygofree, misalnya, mengandung jejak domain bernama h3g.co. Dari sinilah muncul dugaan bahwa ia dibikin oleh sebuah perusahaan teknologi Italia selaku empunya domain.

Malware ini pertama kali dibuat pada 2014, Skygofree terus menerus dikembangkan sehingga mencapai kemampuannya sekarang.

Spyware mengandalkan lima exploitber beda untuk mendapatkan root access sehingga mampu melewati pengamanan Android.

Kaspersky menambahkan, bahwa Skygofree disebarkan melalui laman landing page situs-situs berbahaya yang dirancang agar mirip webpage operator seluler terkenal seperti Vodafone.

Perlu diketahui, kecolongan bukanlah hal baru bagi Google, karena belum lama ini 36 aplikasi keamanan pun juga disusupi malware, yang diam-diam digunakan untuk mengumpulkan data pengguna dari perangkat mereka.

Tidak hanya mencuri data pengguna, aplikasi tersebut juga digunakan untuk menyebarkan intrusive ads di perangkat.

Aplikasi itu kemudian dihapus oleh Google sekitar sebulan lalu. Sayangnya, tidak diketahui seberapa banyak aplikasi-aplikasi tersebut sudah diunduh oleh pengguna sejak keberadaannya di toko aplikasi Android tersebut.