Oneplus dikabarkan melakukan pemberhentian pembelian produk di situs web yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit.

Hal tersebut dilakukan, karena ternyata ada isu keamanan yang membuat data kartu kredit konsumen dicuri saat bertransaksi online.

Advertisement

Ditulis Forbes, sebanyak 40.000 konsumen telah menjadi korban dari celah keamanan tersebut. Jumlah tersebut sebagai bagian kecil dari total konsumennya.

Perihal insiden keamanan ini, konsumen yang melakukan pembelian melalui situs web OnePlus menggunakan kartu kredit antara pertengahan November 2017 sampai 11 Januari 2018, diminta untuk memeriksa tagihan bulanan.

Disebutkan, insiden keamanan tersebut disebabkan oleh skrip berbahaya yang ada di salah satu server pembayarannya sejak pertengahan November 2017.

Beruntung berkat penelitian perusahaan keamanan pihak ketiga, OnePlus telah menemukan bagaimana dan di mana serangan tersebut dilakukan di servernya.

Data yang dicuri termasuk nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa dan kode keamanan. Skrip berbahaya itu mengirim data-data tersebut langsung dari peramban konsumen, tapi hal itu telah berhasil diatasi.

OnePlus mengatakan pihaknya saat ini tengah menghubungi para konsumen yang telah menjadi korban. Perusahaan juga bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menangani masalah tersebut dengan lebih baik.

OnePlus juga bekerjasama dengan para penyedia pembayaran untuk mengimplementasikan metode pembayaran kartu kredit yang lebih aman, serta melakukan audit keamanan yang mendalam. Semua tindakan ini akan membantu kami mencegah insiden-insiden semacam ini terjadi di masa depan.