Ada berbagai macam pengukuran kontrasepsi di luar sana guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sebagian besar melibatkan penggunaan produk, baik itu kondom, pil, atau perangkat.

Advertisement

Yang lainnya melibatkan sains. Mempelajari dan memahami periodisitas siklus menstruasi bekerja. Tapi tidak ada satu pun dari pencegahan di atas yang 100% aman.

Baru-baru ini sebuah aplikasi mobile mendapat kecaman di Swedia setelah 37 wanita melaporkan kehamilan yang tidak diinginkan setelah menggunakannya. Agak rumit, karena aplikasi ini bisa bekerja untuk kebanyakan wanita.

Bernama Natural Cycles, aplikasi ini berbasis sains. Aplikasi memonitor suhu tubuh selama siklus menstruasi untuk memberi tahu wanita saat mereka bisa melakukan hubungan seks tanpa kondom tanpa khawatir hamil.

Termometer khusus diperlukan untuk mengukur suhu, dan Anda harus sangat teliti dalam hal ini. Begini cara kerjanya:

Dikutip dari Engadget, aplikasi Natural Cycles menampilkan kalender dengan hari-hari yang ditandai warna hijau, di situlah Anda bisa tidak hamil, dan yang lainnya berwarna merah.

Pada hari warna merah, Anda harus menggunakan alat kontrasepsi yang sebenarnya, baik itu kondom, pil, atau alat intra uterin untuk memastikan Anda tidak hamil.

Natural Cycles sekarang sedang diselidiki di Swedia. Sebanyak 37 wanita dari 668 wanita yang ingin aborsi menggunakan aplikasi ini untuk keperluan kontrasepsi. Rumah Sakit Södersjukhuset melaporkan temuan tersebut ke Medical Products Agency.

Natural Cycles, yang didirikan oleh dua dokter, bukanlah aplikasi palsu. Aplikasi disertifikasi di Jerman untuk penggunaan kontrasepsi oleh Tuv Sud, seorang regulator lokal.

Setelah itu, jumlah pengguna Inggris melonjak dari 5.000 menjadi 125.000 di bulan November. Namun, Anda tetap tidak bisa mengharapkannya perlindungan 100% terhadap kehamilan. Bahkan kondom tidak 100% aman.

“Tidak ada kontrasepsi yang 100 persen, dan kehamilan yang tidak diinginkan adalah risiko dari kontrasepsi apapun. Jumlah 37 kehamilan yang tidak diinginkan dari 668 yang disebutkan dalam penelitian di Södersjukhuset berarti bahwa 5,5 persen wanita yang menyatakan bahwa mereka menggunakan Natural Cycles juga mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Hal ini sebanding dengan jenis kontrasepsi lainnya.”

Mengingat lonjakan pengguna di Inggris, membuktikan bahwa aplikasi ini bekerja sampai batas tertentu.