Apple kemarin mengumumkan rencananya menanamkan modal dengan nilai ratusan milyar dolar guna mendukung ekonomi Amerika Serikat untuk 5 tahun mendatang. Tidak lama, Presiden AS Donald Trump dikabarkan menghubungi CEO Apple Tim Cook.

Advertisement

Dikutip Bloomberg, Trump yang tengah berpidato di sebuah pabrik di Coraopolis, Pensylvania, soal rencana investasi dari Apple di AS mengatakan, sudah menelepon Cook secara pribadi. Dalam teleponnya, dia memuji bos Apple itu dengan menyebutnya “orang yang hebat”.

Dalam rencananya, Apple bakal merepatriasi lebih dari $350 miliar untuk diinvestasikan untuk mendukung ekonomi AS, termasuk menciptakan puluhan ribu lapangan kerja selama 5 tahun ke depan. Trump mengatakan, nilai investasi Apple sangat besar. Dia pun mengucapkan terima kasih atas hal tersebut.

Trump tidak menyangka bahwa nilainya mencapai ratusan milyaran dolar bukan jutaan dolar seperti yang dia perkirakan sebelumnya. Tak terbayangkan ada investasi sebesar itu di negaranya, imbuhnya.

“When I heard the news yesterday – and Tim Cook is a great guy, the head of Apple – when I heard the news, I heard $350 billion and I said, ‘you mean $350 million, that is going to be a beautiful plant,’ and they said ‘no,’ they said ‘it is $350 billion.”

“I just called Tim Cook and thanked him, but I don’t imagine there has ever been an investment that big in our country by a company.”

Di hadapan publik, Trump mengatakan ekonomi negaranya tidak bakal mungkin sukses kecuali Apple membangun pabrik di AS. Namun hal itu sepertinya tidak akan terjadi lantaran Apple berencana membangun pusat data baru. Salah satunya di Reno, Nevada, untuk kantor dukungan konsumen.

Sebelumnya, Trump juga dalam tweetnya kemarin menyampaikan rasa senangnya menyambut Apple merepatriasi menyusul dirinya memberikan kebijakan pemotongan pajak bagi perusahaan-perusahaan yang menyimpan uang kasnya di luar negeri.

Investasi dengan nilai yang sangat masif di AS bisa dibilang menambah erat hubungan Trump dan Apple. Mengingat, Presiden AS tersebut di masa lalu kerap memberikan kebijakan dan pernyataan kontroversial, seperti memboikot produk Apple dan lainnya.