Pengambilalihan Qualcomm oleh Broadcom membuat khawatir sejumlah produsen smartphone. Tampaknya, tiga vendor asal China, Oppo, Vivo, dan Xiaomi tidak senang dengan kesepakatan tersebut.

Dilansir dari The Wall Street Journal (10/1/2018), eksekutif dari ketiga perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka khawatir Broadcom akan menaikkan harga chip jika mengambil alih Qualcomm. Seperti diketahui, smartphone Oppo, Vivo, dan Xiaomi menggunakan chipset besutan Qualcomm.

Mereka juga khawatir bahwa Broadcom akan memangkas biaya pengeluaran R&D Qualcomm, yang dikatakan bisa mempengaruhi vendor dalam jangka panjang. Eksekutif Oppo, Vivo, dan Xiaomi mengatakan bahwa belanja modal Qualcomm membantu mereka mendapatkan akses ke teknologi mobile terbaru.

Selain soal harga dan pemangkasan modal, tiga perusahaan itu juga membuat kesepakatan-tidak mengikat yang mereka tandatangani dengan Qualcomm November lalu. Kesepakatan tersebut membuat ketiga vendor itu membeli komponen Qualcomm senilai $12 miliar selama tiga tahun ke depan.

Pembelian Qualcomm oleh Broadcom bisa membuat kesepakatan itu beresiko, karena eksekutif Oppo, Vivo, dan Xiaomi mengatakan bahwa mengganti pemasok sepertinya harus dilakukan.