Google telah meresmikan nama sistem operasi Android O sebagai Android Oreo 8.0 pada pertengahan Agustus tahun lalu tepatnya 21 Agustus 2017. Nama Oreo sendiri sudah terendus sejak Android O pertama kali diperkenalkan di ajang Google I/O 2017 pada Mei 2017 lalu.

Namun lima bulan bergulir, penyerapan sistem Android Oreo tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam laporan bulanan Google, Oreo bahkan disebut belum mencapai pangsa pasar 1%.

Diberitakan GSM Arena, Oreo dilaporkan berada di 0,5% Laporan penyebaran terbaru sistem Android ini baru mencapai 0,7%.

Marshmallow masih menjadi OS Versi Android yang paling populer dengan pangsa pasar 28,6%, pencapaian ini turun dari 29,7% pada bulan lalu.

Nougat berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 26,3%, naik 3% dari bulan lalu. Sedangkan Lollipop masih cukup menguasai pasar dengan pangsa pasar 25,1%, Kitkat 12,8%, dan Jelly Bean 5,6%.Adapun pangsa pasar Ice Cream Sandwich dan Gingerbread sudah bisa lewati Oreo.

Meskipun masih dibawah 1%, namun Oreo memiliki keunggulan yang tidak kalah dari pendahulunya. Seperti Background Limits, Android 8.0 akan mengubah proses background (latar belakang), yang artinya akan mengubah cara kerja sejumlah aplikasi. Perubahan ini membuat daya tahan baterai menjadi yang lebih baik.

Kemudian Autofill API, fitur ini dibutuhkan agar akun-akun tetap aman saat berselancar di dunia maya. Sejumlah aplikasi manager password yang ada di Android dan diharapkan membantu pengguna, nyatanya tidak cukup nyaman digunakan.

Melalui kehadiran Android 8.0, aplikasi-aplikasi bisa mendaftar sebagai penyedia autofill dengan sistem yang dapat mempermudah pengguna untuk login. Setelah pengguna memilih penyedia autofill di pengaturan bahasa dan input, Android akan meminta rincian login dari aplikasi tersebut, kapan pun dibutuhkan.

Lalu Picture-in-Picture mode, dengan fitur ini para pengguna Android 8.0 akan bisa menonton video sambil melakukan kegiatan lain dengan perangkat mereka. Hal ini bisa dilakukan berkat fitur Picture-in-Picture (PiP) mode.

Fitur ini awalnya dikembangkan sebagai bagian dari Nougat, tapi hanya tersedia pada perangkat Android TV. Tapi kini juga bisa dinikmati di ponsel dan tablet. Sebagai catatan, aplikasi yang digunakan harus sudah mendukung video PiP. Beberapa yang sudah mendukung video PiP adalah Chrome, YouTube dan VLC.

Untuk menggunakannya, pengguna harus terlebih dahulu memulai sebuah video dalam mode full-screen dan tap tombol “Home”. Kemudian ukuran video akan mengecil dan bisa terus ditonton sambil mengakses layanan lain seperti kalender.