Setahun lalu Samsung menarik kembali model Galaxy Note 7 yang lahir prematur akibat cacat baterai yang bisa menyebabkan perangkat “meledak”. Insiden itu memaksa Samsung merombak ulang keamanan baterainya.

Advertisement

Tahun ini Samsung merilis Galaxy S8 dan S8+ dan mendapat pujian dari banyak pengamat. Terjual bak kacang goreng, vendor berhasil menghindari masalah baterai seperti Note 7.

Nah, bagaimana dengan Galaxy Note 8? Sepertinya sakit kepala Samsung tengah kambuh terkait produk barunya. Lagi-lagi soal baterai.

Beberapa pengguna Samsung Galaxy Note 8 di Amerika Serikat melaporkan bahwa ponsel mereka menolak untuk dicharge.

Menurut sejumlah pengguna di Forum Komunitas Samsung (via PiunikaWeb), masalah itu terjadi setelah smartphone mencapai baterai 0% dan mati. Pada titik itu, perangkat Note 8 yang terjangkit, tidak mau menerima pengisian baterai dan menjadi benar-benar tidak responsif, termasuk pengisian LED.

Satu pengguna bahkan merekam video yang menunjukkan upayanya untuk menghidupkan kembali ponsel yang rusak dan tidak berhasil. Banyak pengguna yang terkena dampak juga telah mencoba beberapa kabel pengisian dan mencoba untuk melakukan reboot smartphone yang mati dalam mode aman, namun sebagian besar tidak berhasil.

Mendengar jeritan konsumen, Samsung langsung menanggapi mereka yang terkena dampak. Dalam satu thread, admin bernama ‘SamsungMel’ menyarankan pelanggan untuk mengembalikan ponsel mereka yang bermasalah karena ada garansi, dan mengatakan bahwa “masalah Note 8 tidak menyala ini tengah kami selidiki secepatnya.”

Seperti yang dicatat PiunikaWeb, sulit untuk mengatakan seberapa meluasnya masalahnya pada tahap ini, apakah hanya sejumlah unit yang edar di AS atau negara lain juga.

Saat ini, masalah itu terdeteksi menjangkiti beberapa smartphone yang dijual melalui operator Verizon, Sprint, dan T-Mobile, semuanya memiliki masalah serupa.

Jika Anda mengalami hal serupa dengan Note 8, sebaiknya segera kunjungi service center dan menukar perangkat Anda.