Bagi yang merasa sering membagikan konten di Facebook yang berisi permintaan untuk ‘like’, ‘komentar’, atau ‘share’, sepertinya harus segera menghentikan kebiasaannya itu. Ini dikarenakan raksasa media sosial tersebut bakal segera memperketat platform-nya dan bakal menghapus konten-konten semacam itu.

Advertisement

Sebagai contoh, mungkin kamu pernah menjumpai ada foto di Facebook yang berisi ajakan untuk menyukai dan membagikan postingan itu untuk menunjukkan dukungan atau doa. Atau bisa juga kamu melihat ada pengguna yang mengunggah sebuah foto dari superhero tertentu dan mengajak orang-orang yang menyukai superhero itu untuk ‘like’ postingannya.

Meski begitu, Facebook mengatakan algoritmanya bakal bisa membedakan antara postingan yang berisi meminta bantuan, saran, atau rekomendasi, juga meminta sumbangan dana, di mana postingan semacam ini tidak akan terkena dampak dari pembaruan tersebut.

Ya, jadi cuma konten yang meminta kamu untuk ‘like’, ‘comment’, dan ‘share’ saja yang akan ditangkal oleh Facebook.

Taktik postingan seperti ini sering digunakan untuk mengundang banyak orang agar dengan konten tersebut dan mendapatkan jangkauan yang lebih besar dari segi keuntungan iklan.

Untuk membantu mengembangkan dan memilih konten apa saja yang mengandung spam, tim di Facebook telah meninjau dan mengkategorikan ratusan ribu postingan. Algoritma menggunakan machine learning ini akan mendeteksi berbagai jenis konten yang ‘engagement bait’. Tulisan yang menggunakan taktik ini akan berkurang di ‘News Feed’.

Selain itu, Facebook akan memberi peringatan kepada akun ‘Pages’ yang berulang kali memposting konten berisi permintaan ‘like’, ‘comment’, dan ‘share’ dalam beberapa pekan ke depan. Jangka waktu ini diberikan untuk memberi waktu kepada para pengelola Pages untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut.

“Ke depannya, kami akan terus mencari cara untuk memperbaiki dan meningkatkan upaya mengurangi konten ‘clickbait’, kami juga ingin mengurangi penyebaran konten yang mengandung spam, sensasional, atau menyesatkan untuk mempromosikan percakapan yang lebih bermakna dan otentik di Facebook,” kata Facebook dalam situs resminya.