Apple membuat langkah untuk meningkatkan layanan musik. Dari sumber yang tidak diketahui namanya, perusahaan dalam pendekatan dengan Shazam, aplikasi populer yang memungkinkan orang mengidentifikasi lagu, acara TV, film atau iklan dalam hitungan detik.

Kabarnya, kesepakatan tersebut ditandatangani minggu ini dan akan diumumkan pada hari Senin (11/12/2017) watu setempat, jika tidak ada berubah. Diisukan, nilai akuisisi itu akan mencapai sekitar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5 triliun.

Nilai ini masih menjadi pertanyaan hingga saat ini. Secara keseluruhan, Shazam telah mengumpulkan 143,5 juta dolar AS atau kisaran Rp1 triliun dari investor yang mencakup Kleiner Perkins, DN Capital London, IVP dan investor strategis Sony Music, Universal Music and Access Industries (yang memiliki Warner Music). Kleiner Perkins juga berinvestasi di pesaing SoundHound.

Shazam terakhir mencatat bahwa mereka telah melewati 1 miliar unduhan, pada bulan September 2016, yang berarti angka tersebut kemungkinan lebih tinggi sekarang.

Tapi di dunia aplikasi, jumlah yang tinggi tidak selalu diterjemahkan ke dalam keuntungan. Pada bulan September 2017, Shazam melaporkan menghasilkan 54 juta dolar AS (Rp731 miliar) pendapatan di tahun fiskal 2016, yang mengalami penurunan antara TA 2014 dan 2015.

Aplikasi ini terintegrasi dengan aplikasi lain seperti Snapchat dan Apple Siri. Tidak jelas apa yang akan dilakukan pada akuisisi ini dan mana yang akan diintegrasikan Apple ke dalam bisnisnya sendiri.

Menariknya, Shazam sangat sinergis dengan apa yang sedang dikerjakan Apple, seperti AR dan lebih banyak fitur untuk menarik lebih banyak pengguna ke platform Apple Music. Berikut tampilan Shazam. [Tech Crunch]