Apple memiliki rekan perusahaan yang memasok komponen untuk iPhone. Intel dan Qualcomm, sebagai perusahaan pemasok Apple yang menunjang sektor hardware.

Dilansir Ubergizmo, Minggu (19/11/2017), laporan Ming-Chi Kuo, analis KGI Securities mengklaim bahwa Intel tampaknya akan menjadi pemasok yang dominan untuk 2018. Laporan juga mengungkap bahwa iPhone terbaru bisa hadir dengan fitur chip baseband yang lebih cepat.

Hal ini selaras dengan laporan sebelumnya, yang menyebutkan bahwa Apple bekerja pada Intel pada hardware 5G untuk iPhone masa depan. Kuo memperkirakan bahwa perangkat terbaru ini bakal muncul di 2018.

Qualcomm juga diharapkan melanjutkan sebagai pemasok untuk Apple. Dari sisi prosentase, Intel lebih dominan dengan 70-80 persen komponen, sementara sisanya dipegang oleh Qualcomm.

Informasi yang baru-baru terungkap menyebutkan, Qualcomm menuduh Apple melanggar kontrak lisensi demi Intel. Dalam tuntutan hukumnya yang diajukan ke pengadilan California di San Diego, Qualcomm mengatakan bahwa Apple menggunakan leverage komersialnya untuk meminta akses ke software Qualcomm yang sangat rahasia, termasuk kode sumbernya.

Dalam aduannya dijelaskan bahwa Apple diminta berdasarkan kontraknya untuk memastikan bahwa insinyur Apple yang bekerja dengan Qualcomm tidak mengkomunikasikan rincian terkait chip Qualcomm kepada para insinyur Apple yang bekerja dengan Intel.

Namun Qualcomm menuduh bahwa Apple pada Juli lalu telah mengirimkan email ke Qualcomm untuk meminta informasi yang sangat rahasia terkait bagaimana chipnya bekerja pada jaringan nirkabel yang tak dikenal. Apple diduga berperan sebagai Intel dalam email-nya untuk mendapatkan informasi rahasia Qualcomm.