Sejak mencuatnya berita palsu atau hoax, Facebook telah mengumumkan beberapa inisiatif yang dirancang untuk mempromosikan jurnalisme berbasis fakta yang otentik. Kini perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu merilis fitur terbaru yang disebut “trust indicator”.

Advertisement

Fitur ini berupa sebuah ikon yang dapat Anda manfaatkan untuk mempelajari lebih lanjut terkait penerbit artikel yang dibagikan di Facebook.

Trust indicator yang terlampir di artikel menawarkan informasi tentang penerbit, termasuk kebijakan terkait etika, pengecekan fakta, dan koreksi, serta struktur kepemilikan dan masthead.

Facebook mengatakan akan memulai fitur itu pada sekelompok penerbit dan akan meluas seiring waktu fitur itu dirilis.

“Kami percaya bahwa membantu orang mengakses informasi penting ini dapat membantu mereka mengevaluasi apakah artikel berasal dari penerbit yang mereka percaya, dan isi ceritanya dapat dipercaya,” kata Facebook dalam sebuah pernyataan.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami yang lebih besar untuk memerangi hoax dan kesalahan informasi di Facebook, memberi orang lebih banyak konteks untuk membantu mereka membuat keputusan yang lebih tepat, dan berupaya memperkuat indikator integritas penerbit di platform kami,” imbuh Facebook.

Pengenalan trust indicator mengikuti langkah Facebook bulan lalu untuk mengenalkan informasi kontekstual lainnya ke dalam artikel, termasuk deskripsi dasar dari penerbit. Indikator ini dikembangkan oleh Trust Project, sebuah konsorsium internasional untuk organisasi berita yang diselenggarakan oleh Santa Clara University.

Pendanaan untuk organisasi tersebut mencakup Google dan Craig Newman, pendiri Craigslist. Demikian seperti dilansir The Verge, Jumat (17/11/2017).