Pada era awal internet, penipuan phishing adalah hal yang lumrah. Mengingat ketika itu masyarakat belum terlalu mengenai internet, banyak orang yang tidak tahu tentang penipuan phishing dan menjadi korban.

Advertisement

Sekarang, para pengguna internet telah lebih bijak. Pada saat yang sama, para penipu juga terus menyesuaikan metode yang mereka gunakan untuk menipu orang lain. Hanya saja, para penipu kini tidak hanya menargetkan pengguna komputer, tapi juga pengguna perangkat mobile, bahkan pengguna iPhone sekalipun.

Sebuah aplikasi jahat di iOS bisa mengirimkan permintaan palsu pada pengguna untuk memasukkan password mereka. Masalahnya, tampilan permintaan ini sangat mirip dengan aslinya, sehingga Anda akan sulit membedakan mana permintaan asli dan mana yang palsu.


Addictive Tips menyebutkan, masalah ini ditemukan oleh peneliti keamanan Felix Krause. Untungnya, dia juga menemukan cara simpel untuk memeriksa apakah permintaan untuk memasukkan password yang muncul pada iPhone Anda memang benar berasal dari Apple.

Ketika Apple meminta Anda untuk memasukkan password, Anda hanya punya dua pilihan, yaitu memasukkan password Anda atau memilih Cancel. Jika Anda curiga sebuah permintaan password palsu, maka Anda cukup menekan tombol Home. Jika permintaan password itu asli, maka ia akan tetap muncul di layar Home. Sebaliknya, permintaan palsu akan menghilang.

Selain melalui ponsel, phishing juga biasanya dilakukan melalui email. Karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mengenali tanda-tanda email phishing untuk mencegah diri Anda menjadi korban penipuan.