Nokia kini kembali muncul di pasaran smartphone dengan berbagai rombakan yang dilakukan untuk menarik kembali minat para penggunanya. Jika Anda termasuk salah satu pengguna setia dari ponsel “lawas” milik Nokia, maka Anda patut bergembira, pasalnya Nokia akan kembali dengan merilis Nokia 3310 versi 3G.

Tentu saja ponsel ini akan hadir dengan tampilan yang baru. Hadirnya koneksi jaringan 3G ini akan memungkinkan para pengguna untuk mengakses berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, dan sejenisnya. selain itu, ponsel ini akan hadir dengan beragam varian warna yang jauh lebih berwarna.Pengguna pun bisa memilih berbagai warna menarik seperti Merah Terang (glossy), Dark Blue (matte), Kuning Terang (glossy) dan Abu-abu (matte).

Pihak Nokia juga memberikan Nokia 3310 versi 3G ini ruang jarak diantara tiap tombolnya yang akan memungkinkan para pengguna lebih nyaman ketika mengetik sebuah pesan. Selain itu, daya baterai yang dibawa oleh ponsel ini juga berbeda jika dibandingkan dengan versi 2G yang sudah dirilis sebelumnya. Yakni hanya mampu bertahan 27 jam dalam keadaan standby. Untuk urusan pemakaian, baterai 3310 versi 3G hanya memiliki 6,5 jam waktu bicara, berbanding dengan versi 2G yang sebanyak 22,1 jam.

Selain itu, pihak dari HMD selaku pemegang lisensi Nokia juga mengungkapkan bahwa mereka akan menghadirkan berbagai fitur baru pada ponselnya ini.Ponsel juga hadir dengan sederet pembaruan, misalnya aplikasi radio FM dan MP3 Player, kamera utama 2MP dengan LED Flash, serta konektivitas Bluetooth.Tak hanya itu, pengguna Nokia 3310 kini bisa menyimpan data di penyimpanan internal 16MB, yang bisa diperluas hingga 32GB dengan slot MicroSD. Nokia 3310 baru juga didukung dual slot SIM card.

“Nokia 3310 baru ini adalah fenomena global dan budaya. Di dunia yang didominasi smartphone, perpaduan nostalgia dan ponsel yang cantik ini telah menarik perhatian orang-orang,” sebut Juho Sarvikas, Chief Product Officer HMD Global.

Rencananya, Nokia 3310 versi 3G akan dirilis pertama kali pada pertengahan Oktober 2017 di Australia. Perangkat ini bakal dijual dengan harga sekitar US$ 81 atau kurang lebih Rp 1 juta.