Apple baru akan membuka pra-order iPhone X pada 27 November, dan benar-benar akan tersedia di pasaran pada 3 November mendatang. Namun spekulasi tentang jumlah pemesanan iPhone X sudah mulai bermunculan.

Salah satunya datang dari analis dari KGI Securities, Ming-Chi Kuo. Analis yang hampir semua “ramalannya” soal iPhone selalu tepat itu mengatakan jika pre-order iPhone X akan melewati angka 40 sampai 50 juta unit.

Menurutnya, jumlah pemesanan yang sangat banyak itu terjadi karena banyak calon konsumen menilai iPhone X tampil lebih berbeda dibanding seri iPhone lainnya, terutama dari segi fitur seperti Face ID sebagai pengganti Touch ID.

“TrueDepth Camera menciptakan pengalaman pengguna yang jauh lebih kuat daripada pesaing Apple lainnya,” kata Kuo seperti dikutip dari Street Insider, Selasa (26/09/2017).

Namun dengan banyaknya pemesanan iPhone X, Kuo justru menilai Apple akan kesulitan dalam memenuhi permintaan yang tinggi tersebut. Pasalnya, beberapa komponen, termasuk untuk TrueDepth Camera, menjadi “penghambat” dalam produksi massal iPhone X.

“TrueDepth Camera pada iPhone X terdiri dari sistem cahaya yang terstruktur, sistem time-of-flight dan kamera depan, yang strukturnya jauh lebih kompleks daripada rivalnya. Oleh karena itu akan lebih sulit untuk produksi massal,” jelasnya.

Tapi Kuo juga mengatakan jika Apple mungkin akan terbantu untuk memulai produksi massal pada Q4 tahun ini karena pemasok komponen sudah “memindahkan fokusnya” dari iPhone 8 ke iPhone X.